Prinsip Kepemimpinan Daniel Zhang yang Patut Ditiru

Founder dan Executive Chairman Alibaba Group, Jack Ma, yang memutuskan pensiun menunjuk Daniel Zhang (saat ini menjabat sebagai CEO Alibaba Group) untuk menjadi penerusnya. Nama Zhang sendiri tak asing di Alibaba, mengingat dirinya sudah menjabat sebagai CEO sejak 2015.

Menjalankan perusahaan ritel e-Commerce terbesar di dunia yang sangat dinamis tentu banyak tantangannya. Sejak menjadi CEO, Zhang mengaku terus memegang prinsip kepemimpinan untuk membimbing dirinya dan tim.

Zhang adalah orang di balik kesuksesan festival belanja Alibaba yang populer dengan nama 11.11. Nilai transaksi dalam festival ini dilaporkan terus meningkat, dari 50 juta yuan saat 2009 dan mencapai 168 miliar yuan pada tahun lalu.

“11.11 adalah acara belanja terbesar di dunia. Kami membayangkan strategi ‘Ritel Baru’ untuk membawa Alibaba dan mitra kami ke masa depan,” ujar Daniel Zhang sebagaimana dikutip dari CNBC, Senin (10/9/2018).

Untuk membawa perusahaan terus maju, Zhang memegang tujuh prinsip kepemimpinan. Apa saja? Berikut ini ulasannya:

1. Manajemen Bukanlah Kepemimpinan

Zhang membedakan antara ‘manajer’ dan ‘pemimpin.’ Seorang manajer menjalankan bisnis dan mendapatkan hasil yang diharapkan. Sementara misi seorang pemimpin adalah memimpin tim, bukan hanya untuk mendapatkan hasil. Seorang pemimpin juga menciptakan masa depan.

“Apa yang kami inginkan di Alibaba adalah pemimpin. Perusahaan tidak akan memilih saya sebagai CEO jika saya hanya seorang manajer,” tutur Zhang.

2. Bersaing dengan Diri Sendiri

Persaingan ketat dalam bisnis bukanlah hal yang buruk. Ini adalah hal yang menguntungkan. Kamu harus terjaga setiap saat, bahkan ketika kamu sedang tidur. Kamu harus selalu belajar dan berinovasi. Jika kamu berpikir tidak memiliki persaingan, itu salah besar.

“Jika kamu tidak membunuh diri kamu yang lama, maka kamu akan dibunuh oleh pesaing. Kamu harus memiliki keberanian untuk menemukan kembali diri kamu,” ucap Daniel Zhang menambahkan.

3. Pelajari Masa Depan, Bukan Masa Lalu

Kesuksesan di masa depan akan ditentukan oleh cetak biru yang kita gambar hari ini. Pertimbangkan hasil dalam jangka panjang, bukan hanya dalam waktu dekat. Jangan lewatkan peluang masa depan atau melakukan sesuatu yang picik.

“Jika kamu hanya mempertimbangkan hasil jangka pendek, kamu tidak akan mempertimbangkan bagaimana hal-hal akan berubah dan kamu akan kehilangan peluang besar,” ujarnya.

4. Harus Rela Kehilangan Segalanya

Pemimpin harus tegas dan “all-in”, seperti pemain poker Texas Hold’em. Jika kamu tidak tahu cara bermain all-in, kamu tidak dapat memainkan gim itu dengan baik.

“Sama halnya dalam bisnis. Pada saat kritis, kamu harus rela kehilangan semuanya untuk menang besar,” imbuh Zhang.

5. Beli, Jangan Bertaruh!

Jika kamu ingin memenangkan perlombaan, lebih baik membeli kuda daripada bertaruh. “Di Alibaba, misalnya, kami memilih untuk mengakuisisi perusahaan daripada mengambil saham minoritas ketika ada proyek strategis yang membutuhkan sinergi dan integrasi nyata,” kata Zhang menjelaskan.

Menurutnya, akuisisi adalah tanggung jawab dan komitmen. Mereka yang tidak ingin berbagi tanggung jawab, dan hanya ingin berinvestasi, harus bertaruh pada beberapa kuda.

“Mereka berbagi risiko, tetapi tidak pernah sepenuhnya berkomitmen pada seekor kuda. Kami tidak melakukan hal-hal seperti itu. Jika kamu memberi saya kuda kamu, itu akan menjadi kuda kami. Itu tanggung jawab saya untuk memastikan kuda berjalan dengan baik,” paparnya.

6. Pilih Orang yang Benar-Benar Melihat Gambaran Besar

Ada puisi Tiongkok yang berbunyi: “Kamu tidak dapat melihat gunung dari gunung.” Dengan kata lain, gunung tidak terlihat seperti gunung ketika kamu mendaki gunung. Terlihat seperti batu dan jejak. Untuk gambaran lengkap, kamu harus mencari jarak atau menemukan orang-orang yang dapat memberi kamu sudut pandang berbeda.

“Jack Ma berbagi pandangannya dengan saya dalam pembicaraan yang panjang. Meskipun kami berdua menghabiskan banyak waktu di jalan, sangat penting untuk berbagi sudut pandang yang berbeda.

7. Pekerjakan Para Petualang, Bukan Karyawan

Beberapa pencari kerja hanya menginginkan pekerjaan dan gaji. Sementara petualang merasa nyaman dengan risiko dan perubahan. Orang-orang ini ingin membangun sesuatu dan mencetak sejarah.

“Ketika saya berbicara dengan kandidat untuk peran kepemimpinan, saya berkata, ‘mari kita memulai petualangan yang menarik bersama-sama. Setelah 20 atau 30 tahun, kamu dapat bercerita kepada cucu-cucu kamu tentang hal itu.”

Zhang melanjutkan, “Jika kamu hanya mencari stabilitas, jangan datang ke sini. Saya tidak dapat menjamin kamu akan berhasil, tetapi saya dapat menjamin kamu akan memiliki petualangan. Pendekatan ini selalu membantu saya menemukan para pengambil risiko dan mereka yang berpikir segar,” ucapnya menutup pembicaraan.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *