Kontroversi Terbesar dalam Sejarah Asian Games

Sejak pertama kali digelar pada tahun 1951, sudah ada 16 edisi perhelatan Asian Games di bumi Asia. Gelaran tahun 2018 sendiri akan menjadi yang ke-17 di sepanjang sejarah. Dalam sejarah panjang penyelenggaraan Asian Games, terdapat sejumlah peristiwa kontroversial di dalamnya. Asian Games XIV/2006 di Doha, Qatar menjadi Asian Games yang menyimpan kejadian kontroversial terpanjang. Ada lebih dari dua kasus yang muncul di ajang tersebut. Berikut ini peristiwa paling kontroversial dalam sejarah Asian Games.

1. Kasus Doping Binaraga (Asian Games 2006)
Binaraga termasuk cabang olahraga baru yang dilombakan di Asian Games. Sebelum gelaran 2018 ini, perebutan medali di cabang binaraga hanya terjadi di tahun 2002 dan 2006. Di pelaksanaan tahun 2006, atlet binaragawan asal Irak tertangkap basah di bandara Doha (Qatar) mebawa 132 buah ampul nandrolone yang merupakan kategori obat doping.Walau diketahui membawa Doping, binaragawan asal Irak tersebut tidak langsung dilarang mengikuti lomba. Barulah setelah ia finis di peringkat ketujuh saat perlombaan di kelas 75 kg, dirinya didiskualifikasi dari perlombaan.

2. Kaos Kaki Elektrik di Taekwondo (Asian Games 2010)
Kecurangan didapati pada atlet Taekwondo Taiwan di Asian Games 2010, Yang Shu Chun. Shu Chun, yang turun di kelas terbang putri, dinilai melakukan kecurangan karena mengenakan kaus kaki bersensor elektrik illegal di masing-masing tumitnya. Wasit pun meinta agar sensor itu dilepas dan Shu Chun bertanding tanpa sensor tersebut. Akan tetapi, pada akhirnya ia diganjar hukuman larangan tampil selama tiga bulan dan pelatih sang pemain diskorsing selama 20 bulan. Tim Taekwondo Taiwan juga didenda 50 rbu dollar.

3. Insiden Pacuan Kuda (Asian Games 2006)
Atlet pacuan kuda Korea Selatan, Kim Hyung Chil, tewas saat menjalani perlombaan di Asian Games XIV/2006 di Doha, Qatar. Atlet yang ketika itu berusia 47 tahun tersebut terjatuh di lompatan kedelapan nomor cross country. Hyung Chil dan kudanya, Bundaberg Black, tampil di tengah cuaca hujan lebat. Awalnya penampilan Hyung Chil berjalan mulus. Akan tetapi, saat menjalani lintasan kedelapan, Black gagal melewati palang rintangan setinggi, 1, 08 meter. Hyung Chil yang hilang keseimbangan terlempar jatuh dan tertimpa kuda tunggangannya. Padahal, ajang tahun 2006 menjadi target Hyung Chil untuk meraih medali emas perdanannya di Asian Games. Dua kali ikut Asian Games, ia hanya meraup satu perunggu pada tahun 1986 di nomor tim dan perorangan di tahun 2002.

4. Kasus ‘Transgender’ (Asian Games 2006)
Pelari putri India, Santhi Soundarajan, mendapatkan medali perak dari nomor 800 meter di Asian Games 2006. Akan tetapi medali perak Santhi dicabut lantaran ia terbukti tidak memiliki karakteristik seksual perempuan setelah melewati sex test usai perlombaan. Soundarajan berhasil meraih perak di nomor 800 meter dengan catatan waktu 2 menit dan 2,16 detik. Setelah mencapai garis finis dia ditunjuk untuk menjalani sex test. Hasil tes menunjukkan dia tidak memiliki karakteristik seksual perempuan. Tak hanya berhenti di sana, sehari setelah perlombaan, tim dokter Federasi Atletik India meminta Santhi untuk menjalani tes darah.

Setelah medali di nomor 800 meter ditarik, Santhi juga dilarang turun di nomor 1.500 meter. Setelah itu, dia diminta meninggalkan Asan Games. Beberapa hari kemudian dari media disebutkan bisa jadi Soundarajan lahir dengan kondisi interseks yang dikenal dengan sindrom insensitivitas androgen.Akan tetapi, pemerintah kampung halaman Santhi cuek dengan kontroversi tersebut. Mereka tetap mengganjar bonus senilai 1,5 juta rupee (Rp315 juta) untuk Santhi.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *