Hal Unik Bangku Sekolah Masa SD

Jargon ‘tiada hari tanpa belajar’ bagi anak-anak SD zaman old memang sudah terpatri dalam batok kepala dan selamanya akan menjadi wejangan abadi. Meski diselingi dengan kegiatan ‘bermain’, belajar tetap menjadi fokus utama anak-anak demi meraih masa depan yang cerah. Belajar pun tidak kenal waktu dan tempat. Asal ada niat, minat dan keinginan besar, belajar bisa dilakukan kapan dan di manapun.

Tak hanya belajar di sekolah, belajar di rumah bersama teman-teman sebaya bisa menjadi cara efektif untuk meraih prestasi di kelas. Sebagai penunjang proses belajar-mengajar di kelas, ada banyak sarana dan prasarana yang dimiliki setiap sekolah, salah satunya adalah bangku dan meja.
Khusus bangku dan meja, ada beberapa hal unik yang pernah kamu alami saat masih duduk di bangku SD. Apa saja ya kenangan-kenangan tentang bangku dan meja saat SD dahulu?

1. Menjadikan Bangku Sebagai ALat Musik
Bangku dan meja yang ditempati setiap hari biasanya menjadi sarana untuk mengekspresikan diri. Saat menunggu guru datang atau sedang masa-masa bebas, anak-anak zaman old biasanya akan bernyanyi bersama-sama dengan riang.Berbeda dengan sekarang, anak-anak zaman old akan menyanyikan lagu khusus anak-anak yang sama sekali tidak menyebut-nyebut: cinta, syantik, patah hati, galau, dan sejenisnya. Sambil bernyanyi, mereka biasanya juga akan menabuh-nabuh bangku atau meja untuk mengiringi lagu. Wujud ekspresi anak-anak zaman old tentang musik sudah terlihat sejak mereka masih kecil.

2. Kolong meja untuk menyimpan buku tulis dan ‘sampah’
Meja belajar zaman old biasanya terbuat dari kayu kualitas tinggi dengan kolong kecil di bawahnya. Kolong meja tersebut biasanya berfungsi untuk menyimpan barang bawaan anak-anak SD di sekolah semisal: buku, tas, penggaris, pensil, dan kawan-kawannya.Namun, selain untuk menyimpan keperluan sekolah, kolong meja tersebut biasanya digunakan untuk ‘buang sampah’. Sampah-sampah kecil sisa jajan dari kantin yang biasanya terdiri dari bungkus permen, plastik es, bungkus snack, sedotan plembotan, hingga kertas hasil coret-coretan iseng tak bermakna.

3. Jika disatukan akan membentuk meja kelompok belajar
Sedari kecil, anak-anak zaman old sudah diajarkan tentangnya perlunya kerjasama antara murid satu dengan murid lain. Bentuk kerjasama paling sederhana di kelas biasanya adalah dengan cara menggabungkan beberapa meja menjadi kelompok-kelompok kecil. Bentuk penggabungannya pun bisa secara deret atau baris, namun bisa juga secara melingkar.Sebagai tugas dari guru untuk memecahkan sebuah masalah, biasanya murid-murid SD akan saling bertukar pendapat dan berbagi ide secara berkelompok dan mengutamakan asas kerjasama.

4. Tulisan-tulisan ‘iseng’ di atas permukaan meja dengan tipe x
Coba ingat-ingat, siapa yang pernah iseng menulis ‘hal-hal unik’ di atas permukaan meja? Ya, tulisan-tulisan itu biasanya berupa kata-kata bijak, tulisan iseng love-love-an, contekan rumus matematika, atau bahkan curhat colongan. Bahan yang dipakai untuk menulis pun beragam; dari mulai pulpen, tipe x, hingga pensil warna.

5. Bisa jadi alas tidur dengan tumpuan tangan
Meja dan bangku sekolah saat SD pun bisa juga digunakan untuk alas tidur dengan tumpuan kedua tangan, lho. Memang sih, tidak baik tidur ketika mengikuti proses belajar-mengajar, namun hal itu biasanya akan berlangsung refleks dan tak disadari. Cukup istirahat lima menit bertumpu di atas meja, maka semangat belajar pun biasanya akan mencuat kembali.Jadi, orang yang sering terlihat bertumpu di atas meja bukan berarti mereka malas belajar, lho. Bagi anak-anak zaman old, belajar tetap yang pertama dan utama.

7. Iseng ada tempelan permen karet bekas di balik meja
Nah, ini nih yang sering dilakukan oleh anak-anak zaman old dengan bagian bawah meja belajar mereka di kelas. Entah iseng atau memang sengaja, sebagian besar anak akan membuang sisa permen karet tepat di bawah kolong meja.Yang iseng bahkan dengan sengaja akan menyimpan di bangku milik orang lain sehingga bekas permen karet akan menempel di belakang celana atau rok pemilik bangku. Eits, untuk yang ini jangan ikut dilakukan juga ya? Mendingan buang bekas permen karet di tempat sampah.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *