Fakta Unik Tentang Darah Manusia

Semua orang tahu bahwa ketika terluka pasti akan berdarah akibat dari pergerakan konstan darah melalui tubuh. Berikut ini adalah beberapa fakta mengejutkan tentang darah manusia dan beberapa teori yang telah mendahului pemahaman ilmiah modern dari cairan vital ini, seperti dilansir dari Mentalfloss.

1.. Sebelumnya Ilmuwan Tidak Tetapkan Bagaimana Darah Bekerja
William Harvey, seorang dokter Inggris menemukan dan mendemonstrasikan mekanisme sirkulasi, meskipun karyanya berkembang dari kumpulan penelitian kumulatif tentang darah selama berabad-abad.Teori yang berlaku pada masa Harvey adalah paru-paru memindahkan darah ke seluruh tubuh. Harvey mampu menggambarkan bagaimana jantung memompa darah ke seluruh tubuh dan bagaimana darah kembali ke jantung. Ia menunjukkan bagaimana katup dalam pembuluh darah membantu mengontrol aliran darah pada tubuh.

2. Jenis Darah Ditemukan Awal Abad ke-20
Dokter dari Austria, Karl Landsteiner pertama kali menemukan kelompok darah yang berbeda pada 1901. Ia memperhatikan bahwa darah bercampur dari orang-orang yang memiliki tipe berbeda.Penelitian berikutnya diklasifikasikan jenis A, B dan O. Penelitian selanjutnya mengidentifikasi tipe darah AB. Golongan darah dibedakan oleh jenis antigen, molekul yang memicu reaksi sistem kekebalan yang menempel pada sel darah merah.Para ilmuwan masih belum memahami mengapa manusia memiliki golongan darah yang berbeda. Beberapa orang khawatir apabila melakukan transfusi darah dan darah tersebut tidak “bercampur” dengan darahnya sendiri.

3. Darah Pengaruhi 8 Persen dari Total Berat Tubuh
Tubuh orang dewasa mengandung 5 liter darah, kecuali wanita hamil yang tubuhnya dapat menghasilkan sekira 50 persen lebih banyak dari darah biasanya. Sementara itu, plasma darah menyumbang sekira 3 liter dan ini membawa sel darah merah, putih, dan juga trombosit yang mengantarkan oksigen ke sel-sel.

4. Tidak Semuanya Menghasilkan Sel Darah Merah Sehat
Sel darah merah mengandung protein penting yang disebut hemoglobin yang memberikan oksigen ke semua sel lain di tubuh. Ia juga membawa karbon dioksida dari sel-sel tersebut untuk kembali ke paru-paru.Sel darah merah diproduksi di sumsum tulang, tetapi tidak semua orang menghasilkan sel darah merah yang sehat. Bagi penderita anemia akan dikembangkan sel-sel darah merah yang cacat dan tidak dapat bergerak dengan mudah melalui pembuluh darah.

5. Darah Memiliki Peran dalam Alzheimer
Pada 2014, para ilmuwan Universitas Stanford menemukan bahwa menyuntikkan plasma tikus muda ke tikus yang lebih tua meningkatkan memori dan pembelajaran. Hasilnya menunjukkan efek peremajaan protein darah tertentu pada organ tikus yang lebih tua serta sel induk otot.Temuan tim Stanford bahwa darah muda memiliki efek positif pada memori tikus dan pembelajaran memicu minat yang kuat pada apakah itu akhirnya bisa mengarah pada perawatan baru untuk penyakit Alzheimer. Ilmuwan yang memimpin penelitian ini sekarang menguji efek dari plasma muda pada pasien Alzheimer.

Source : https://techno.okezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *