Desa Adat Indonesia yang Mendunia

Kekayaan alam dan budaya Indonesia memang gak akan ada habisnya buat dibahas. Keragaman suku dan bahasa membuat Indonesia sangat kaya budaya. Sebagai gerasi zaman now, kamu harus mulai melek sama budaya negeri sendiri. Jangan teriak-teriaknya pas kebudayaan sudah diklaim tetangga.Kalau kamu berniat mempelajari kekayaan leluhur Tanah Air, maka berlibur ke desa adat bisa jadi pilihan tepat. Di Indonesia masih banyak lho desa adat yang tetap melestarikan warisan leluhur. Seperti desa desa berikut ini:

1. Desa Adat Suku Baduy, Banten, Jawa Barat
Ngomongin soal desa adat, maka perhatian kita tidak dapat lepas dari Desa Adat Suku Baduy, Banten, Jawa Barat. Desa Adat ini dihuni kurang lebih 20 ribu Urang Kanekes, sebutan untuk orang baduy. Suku Baduy dalam dikenal terisolasi dari dunia luar.Indentik dengan baju berwarna putih dan biru tua, Urang Kanekes masih memegang penuh kepercayaan leluhur. Kamu bisa berlibur ke sini sambil belajar budaya mereka. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatian, seperti tidak boleh memotret dan mengambil hasil alam tanpa izin.

2. Suku Kajang Ammatoa, Bulukumba, Sulawesi Selatan
Jika kamu berencana berlibur ke Sulawesi Selatan, mampirlah ke Desa Adat Suku Kajang Ammatoa di Desa Tana Toa, Bulukumba. Kawasan ini dikenal dengan adat istiadatnya yang sangat kental. Memasuki daerah adat, kamu diharuskan menggunakan pakaian hitam dan tidak menggunakan alas kaki.Berada di lingkungan Desa Kajang Ammatoa, kamu akan merasakan suasana bagaimana manusia bersinergi langsung dengan alam. Kearifannya pun kaya akan filosofi leluhur.

3. Kampung Wae Rebo, Manggarai, Nusa Tenggara Timur
Kampung Wae Rebo menjadi kampung adat yang menjadi perhatian dunia sejak ditetapkan sebagai salah satu situs kekayaan dunia oleh UNESCO. Berada di ketinggian 1.100 meter di atas permukaan laut, Wae Rebo tidak hanya menyajikan kebudayaan lokal, tetapi juga jadi wisata alam yang sangat memukau.Masyarakatnya dikenal memiliki tujuh rumah adat yang disebut Mbaru Niang. Rumah adat yang berbentuk kerucut ini ditempati bersama. Mereka pun memiliki kepala suku yang akan melakukan upacara penyambutan bagi pengunjung. Kamu harus ngerasain nih, sensasi tinggal di Wae Rebo.

4. Desa Dayak Pampang, Samarinda, Kalimantan Timur
Dari Nusa Tenggara Timur, mari kita berpindah dan pelesir ke Desa Dayak Pampang yang resmi dibuka untuk kunjungan wisata sejak 1991. Kamu akan langsung disambut kerajinan khas Suku Dayak. Selain itu, kamu akan tinggal di rumah tradisional yang dikenal dengan kekayaan ukirannya yang penuh makna.

5. Kampung Naga, Tasikmalaya, Jawa Barat
Letaknya yang berada di lembah bukit, membuat akses ke Kampung Naga membutuhkan cukup waktu. Akses yang penuh perjuangan akan setimpal saat tiba di perkampungan yang menyajikan suasana yang begitu asri dan masyarakat yang sangat ramah.Kampung Naga jadi salah satu daerah di Indonesia yang dikenal sangat ketat menjaga adat istiadat leluhur. Bahkan, kampung ini menolak untuk dijadikan desa wisata, demi menghindari campur tangan orang lain yang akan merusak keharmonisan yang telah tercipta.

6. Desa Trunyan, Bali
Lokasi Desa Truyan tepatnya berada di Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali. Pemadangan alam di desa ini begitu asri. Dapat mengirup udara segar, sesampai di Desa Trunyan, kamu akan disambut dengan pesona Danau Batur.Sebagian besar pengunjung datang ke desa ini untuk melihat secara langsung tradisi leluhur masyarakatnya. Salah satu keunikannya yang sangat terkenal adalah prosesi pemakaman. Di sini, mayat tidak dikuburkan, melainkan diletakkan di bawah pohon Teru Menyan hingga menyatu dengan tanah.

7. Desa Adat Sijunjung, Sijunjung, Sumatera Barat
Pengin belajar kearifan lokal masyarakat Sumatera Barat? Datanglah ke Desa Adat Sijunjung adalah pilihan yang sangat tepat. Desa ini berada sekitar 120 kilometer dari pusat Kota Padang. Di kawasan desa adat ini terdapat sekitar 76 rumah dengan bangunan khas adat Minangkabau.Jika beruntung, kamu bisa menyaksikan berbagai festival dan kegiatan adat yang digelar meriah. Misalnya pesta pernikahan.

8. Desa Adat Praijing, Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur
Memasuki daerah Desa Adat Praijing, kamu akan disambut dengan deretan rumah adat Uma Bokulu. Rumah adat dengan atap rumbia ini memiliki makna mendalam bagi masyarakat. Terdiri tiga tingkat, rumah tingkat pertama berfungsi untuk memelihara hewan, tingkat kedua untuk dihuni. Sedangkan, tingkat ketiga atau pada bagian atap yang menjulang ke atas berfungsi sebagai penyimpanan bahan makanan atau hasil panen.

9. Desa Kete Kesu, Tana Toraja, Sulawesi Selatan
Kete Kesu penyimpan peninggalan leluhur yang telah ada sejak 500 tahun yang lalu. Desa adat yang menjadi kebanggaan masyarakat Tana Toraja ini adalah daftar wajib yang harus kamu kunjungi. Desa ini akan memperlihatkan bagaimana kearifan lokal prosesi penguburan jenazah di dinding batu yang sering dilakukan masyarakat setempat.Megahnya rumah-rumah tongkonan juga menjadi ciri khas utama Desa Adat Kete Kesu. Jika kamu berencana ke sana saat musim liburan, maka siapkan fisik mengantre dengan turis lainnya. Sebab, desa adat ini dikunjungi ratusan orang setiap harinya.

10. Desa Penglipuran, Bali
Menjadi desa terbersih ketiga di dunia, Desa Penglipuran wajib banget masuk dalam daftar destinasimu. Selain bersih, desa ini juga menyimpan kekayaan alam dan masyarakatnya yang sangat beragam. Saat memasuki lokasi desa, kamu akan merasakan bagaimana kebersamaan dan keragaman hidup dengan harmonis di desa ini.

Artikel Asli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *